Apakah Maladaptive Daydreaming Dapat Diobati?

27 Sep 2024
Image

Simpan Rahasia Ini! Cara Cepat dan Ampuh Mengendalikan Daydreaming Kamu

 

Siapa di antara kita yang tidak pernah terjebak dalam khayalan? Ketika kita sibuk di tengah rutinitas harian, ada saat-saat ketika pikiran kita merayap ke dunia fantasi, dan itu adalah hal yang normal. Namun, bagi sebagian orang, daydreaming menjadi suatu kecanduan yang merugikan dalam kehidupan sehari-hari. Kondisi ini dikenal sebagai Maladaptive Daydreaming (MD), dan disini, kita akan mengeksplorasi apakah MD dapat diobati dari sudut pandang psikologi.


Apa Itu Maladaptive Daydreaming?


Maladaptive Daydreaming adalah sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi di mana seseorang terperangkap dalam khayalan berlebihan, hingga mengganggu aktivitas sehari-hari dan kesejahteraan psikologis. Orang yang menderita MD sering kali mendapati diri mereka kehilangan kontrol atas aktivitas daydreaming mereka, dan ini dapat mengarah pada isolasi sosial, kesulitan mempertahankan pekerjaan, serta masalah lainnya.


Untuk memahami apakah MD dapat diobati, mari kita lihat dari perspektif psikologi. Beberapa teori telah diajukan untuk menjelaskan asal-usul dan karakteristik MD:

Defisit Kognitif


Salah satu teori mengusulkan bahwa MD mungkin terkait dengan defisit kognitif, seperti kekurangan perhatian atau disfungsi eksekutif. Ini dapat menyebabkan individu mencari pelarian dalam khayalan sebagai cara untuk mengatasi ketidakmampuan mereka untuk berkonsentrasi.


Trauma dan Penyalahgunaan


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa MD dapat menjadi bentuk pelarian dari trauma atau penyalahgunaan. Khayalan menjadi cara untuk melarikan diri dari realitas yang menyakitkan.


Dorongan Emosional


MD juga dapat dipicu oleh dorongan emosional, seperti stres, kecemasan, atau depresi. Khayalan memberikan kenyamanan sementara dari perasaan negatif ini.

 

Pilihan Pengobatan

Setelah memahami latar belakang psikologis MD, pertanyaan selanjutnya adalah apakah ada pilihan pengobatan yang efektif.


1. Terapi Kognitif-Perilaku (CBT)


Terapi ini dapat membantu individu mengidentifikasi pemikiran yang memicu daydreaming berlebihan dan menggantikannya dengan pemikiran yang lebih sehat. CBT juga dapat membantu individu mengembangkan strategi untuk mengendalikan daydreaming mereka.


2. Terapi EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing)


Terutama efektif jika MD terkait dengan trauma atau penyalahgunaan. Terapi EMDR membantu individu mengolah pengalaman traumatis mereka dan mengurangi dorongan untuk berlebihan daydreaming.


3. Dukungan Sosial


Dukungan dari teman, keluarga, atau kelompok dukungan dapat membantu individu yang menderita MD merasa lebih terhubung dengan realitas sekitarnya dan mengurangi keinginan untuk daydreaming berlebihan.


Jadi, apakah Maladaptive Daydreaming dapat diobati? Jawabannya adalah, ya. Dari perspektif psikologi, ada berbagai pilihan pengobatan yang dapat membantu individu mengelola dan mengurangi daydreaming berlebihan. Namun, penting untuk diingat bahwa pengobatan dapat berbeda untuk setiap individu, dan prosesnya mungkin memerlukan waktu. Kita harus selalu ingat bahwa daydreaming bukanlah hal buruk dalam diri kita. Ini adalah alat yang kuat untuk kreativitas dan imajinasi. Namun, ketika daydreaming menjadi maladaptive, memahami psikologi di baliknya dan mencari bantuan adalah langkah pertama untuk kembali ke dunia nyata yang lebih seimbang. 

 


Referensi : 


LeClair, N. Michelle.  2022. The Daydreamer's Guide to Life: How to Thrive in a World That Doesn't Understand You.

Selamat datang di Contact Person
Psikolog Gunawan Soewito

Admin Psikolog Gunawan Soewito
628123456789
Halo kak, ada yang bisa kami bantu?
×